|
||||||
MENGENAL HAKIKAT ILMU JIWA (PSYCHOLOGY) Berbicara tentang hal jiwa, berarti kita membicarakan sesuatu yang bersifat abstrak. Sudah sejak dulu orang mencoba bertanya dan berfikir tentang hakikat jiwa, dan tak seorangpun yang mampu menjelaskan secara pasti dan tuntas apa sebenarnya jiwa itu. Namun demikian, kita semua yakin bahwa jiwa itu ada dan menjadi penggerak dan pengatur segala tingkah laku manusia. Karena sifatnya yang abstrak, maka kita tidak dapat mengetahui jiwa secara langsung. Akan tetapi kita dapat mengetahui dan mengenal jiwa dengan melihat gejala-gejala yang tampak dari badan. Tingkah laku merupakan manifestasi dari jiwa seseorang sebagai kenyataan jiwa yang dapat diamati secara langsung. Kenyataan jiwa itu kita namakan gejala-gejala jiwa, seperti mengamati, menanggapi, mengingat, berfikir, dan sebagainya. Maka dari itu ilmu jiwa (psychology) bisa kita definisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku (the science of behavior) manusia. Bruno (1987) membagi pengertian ilmu jiwa (psychology) dalam tiga bagian, yaitu: Crow and Crow memberikan batasan tentang psikologi sebagai berikut: psychology is the study of human behavior and human relationship. Umumnya para ilmuwan membagi ilmu jiwa (psychology) menjadi 2 golongan, yaitu:
Psikologi Empiris dapat dibagi lagi atas:
|
|
|||||